Thirty Something..
..and everything after..

पूर्व महेंद's posts with tag: journal

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag journal
Blog Entrynew workdeskJul 9, '08 6:29 PM
for everyone

workdesk

okay. setelah dapur dan ruang makan layak pakai, sekarang giliran study room. selama di ruangan ini belum tersedia meja, komputer dan notebook terpaksa bertengger di ruang tamu. ini mengganggu, karena begitu masuk langsung ada komputer. beuh. nggak ada bedanya donk sama kamar kost.

sekian bulan berhemat, terbeli juga meja yang kuinginkan. hampir aja kelewat, karena waktu datang ke toko untuk beli, ternyata tinggal satu. buru-buru kubeli sebelum keduluan orang lain. dua hari kemudian sudah terpasang di rumahku, siap digunakan.

keesokan harinya aku punya waktu sehari penuh untuk beberes. selain televisi dan dvd-player, peralatan elektronik seperti komputer, notebook, tapedeck, kipas angin, dan sebagian lainnya kupindahkan ke meja di ruanganku, membuat ruang tamu terasa lebih nyaman dan lega. memang beda yach. sekarang kerjanya bisa lebih rileks, lebih fokus, tanpa harus sakit leher dan pinggang, karena terlalu lama duduk di lantai.

sekedar iseng, kupotret sekalian souvenir gajah thailand dan pena trakindo yang ada di mejaku sekarang, *nyengir*


Blog Entrycooking, dining and readingJul 9, '08 2:24 PM
for everyone

waktu mulai tinggal di sini, bingung juga lihat ruang makan dan dapur yang menurutku kegedean. banyak area kosong. kebayang kan? dilihat aja udah nggak enak, apalagi lama-lama disitu. males banget.

see? this has got to change.
setelah mengukur ruangan, kuputuskan untuk membuat rak buku, cukup besar untuk menampung novel dan komik. supaya nggak terlalu 'plain', sisi kirinya dibuat berundak, cukup untuk memajang souvenir. ada satu yang lupa, dan baru sadar waktu selesai mengerjakan di halaman rumah. saking besarnya, hampir gagal masuk ke rumah, hihihi.. setelah geser sana, angkat sini, putar sedikit, berhasil juga akhirnya lewat pintu depan dan masuk ke ruang makan.

dining centerchef's corner

lantas mulai deh bongkar kotak penuh buku yang belum tersentuh sejak pindahan. banyak ya? hahaha, nggak salah rupanya bikin rak segede dosa. whoa! rak tadi langsung penuh begitu buku-bukunya pindah tempat. lemari lama yang ditinggal pemilik lama kubawa juga ke ruang makan dan kurombak ukurannya, sesuai dengan kitchen set di atasnya. selesai ngecat lemari, tinggal ngatur letak kulkas dan meja makan.

dining & reading
nah, lumayan.
jadi lebih enak dilihat kan?


Blog EntryAntara Madonna, Gigi, dan Ade IrmaJun 17, '08 4:58 AM
for everyone
minggu lalu nggak sengaja nonton videoklip "4 minutes"nya madonna featuring justin timberlake & timbaland, waktu kumpul setelah latihan di ruang tunggu studio. enak juga lagunya, terbukti melodinya langsung nyangkut di kepalaku berhari-hari setelahnya. belakangan ini, musiknya mulai terasa mengganggu di kepalaku, karena mendadak liriknya berubah jadi "pintu sorga...pintu sorga...", dan pagi ini mulai ketambahan "bang toyib"nya ade irma. terlalu banyak kayaknya jumlah lagu yang terekam di kepalaku, sampai campur aduk begini. hihihi.

*cari-cari lagu lain biar nggak stress*

Blog EntryChain SmokerFeb 7, '08 12:03 PM
for everyone

Aku memang perokok berat. Hampir nggak pernah ganti merek. Selalu Gudang Garam Filter International. Sudah coba macam-macam, tapi tetap tak terganti. Dalam sebuah topik yang membahas rokok, aku lantas menceritakan sejarah merokokku seperti ini:

1987: Bentoel (1st try)
1988 - 1989: Gudang Garam Merah (Sesekali)
1989 - 1993: Gudang Garam Filter International
1993: Sampoerna A-Mild (Dapat beberapa slof waktu ngisi JakJazz '93)
1993 - at the moment: Gudang Garam Filter International


Bentoel mah gratis, karena dijadikan suvenir resepsi.
Dan harga Gudang Garam Filter saat itu kalo nggak salah sekitar 450 perak sebungkus, cmiiw.

Temanku banyak yang sebal, karena waktu mereka bertanya kenapa aku nggak memilih A-Mild atau rokok putih, aku cuma bilang, "Rokok putih atau lainnya yang ditambahi embel-embel "Mild" itu cuma bikin kotor gigi dan tenggorokan gatal aja. Nggak ada rasanya. Lagian aneh. Merokok koq Ciken."

Membaca tret yang membahas masalah rokok tadi, mengingatkanku pada sebuah quotes dari Winston Churchill, di sebuah kertas kecil yang diselipkan dalam sebuah bungkus rokok keluaran eropa, tertulis dalam bahasa jerman.

"Ein leidenschaftlicher Raucher, der immer von der Gefahr des Rauchens für die Gesundheit liest, hört in den meisten Fällen auf zu lesen."

~Winston Churchill

Jika diterjemahkan kurang lebih begini artinya:
"Seorang perokok sejati, yang sering membaca akan bahayanya merokok bagi kesehatan, biasanya akan berhenti - membaca."


Blog EntryJadi Tukang Kayu LagiJan 8, '08 5:28 AM
for everyone
img_0045.jpgdvd-shelf.jpg
Hari ini dimulai dengan membuat rak tambahan untuk cabinet di sebelah meja makan. Begitu selesai langsung di plamuur, jadi nanti tinggal dicat saja. Untung juga, waktu bongkar-bongkar rumah bulan lalu, baru ketahuan ternyata banyak lemari dan rak nganggur di rumah ini. Dengan sedikit modifikasi, bisa diubah jadi rak/lemari baru. Lumayanlah, jadi gak perlu beli-beli perabotan lagi. Tapi untuk rak dvd, televisi, dan rak buku terpaksa harus bikin baru, soalnya diantara perabotan lama yang ditinggal gak ada yang cocok ukurannya. Selesai ngeberesin cabinet tadi, pekerjaan dihentikan dulu untuk makan siang. Beres itu baru lanjut lagi. Sekarang giliran rak untuk tempat televisi dan dvd. Rangkanya sendiri sudah beres dari kemarin, jadi hari ini tinggal memasang vinyl jati dan melumuri kedua rak tadi dengan impra sebelum dikubur, eh, diplitur.
Sekitar jam 2 siang tadi, datang juga akhirnya lembaran multiplex yang dipesan kemarin. Ternyata memang gak salah pilih. Setelah dilihat-lihat, bahan kayunya memang jauh lebih bagus daripada yang dibeli sebelumnya. Mudah-mudahan kedua rak tadi bisa selesai malam ini, sehingga besok pagi sudah bisa mulai mengerjakan rak buku, dan lemari untuk perabotan pecah belah. Lama gak ngerjain yang beginian, agak mabok juga ya kebanyakan ngendus macam-macam bau dari bahan-bahan yang digunakan. Jadi inget, dulu kalo lagi masang karpet untuk studio musik pasti mabok pas beres. Gimana nggak? Wong anak kecil aja kalo nongkrong di jabotabek suka mabok aibon. Itu baru kaleng yang ukurannya paling kecil, gimana yang paling gede? HeHeHe..

Blog EntryCapeknya Nulis ReviewNov 12, '07 11:08 PM
for everyone
Huah, kelar juga akhirnya. Capek juga ya ternyata nulis review itu, apalagi kalo pake bahasa Indonesia. Bukannya sok pingin pake bahasa Inggris, tapi kadang-kadang jadi terlalu sering mengulang kata yang sama, hanya karena gak nemu padanan katanya. Mumpung lagi niyat, akhirnya nyoba untuk menulis ulang review album R&B (Ini Rhythm&Blues yach, bukan Rok&Blus) yang udah diposting belum lama ini. Sekaligus dirapel sama album-album yang udah rilis dari bulan Maret. Alhasil? Capeknya gak ketulungan. Mungkin karena belum terbiasa. Mudah-mudahan nanti lebih lancar lagi. Sementara ini masih di posting di halaman wordpress, baru nantinya dipindahkan kesini, karena untuk bikin review di multiply harus satu-satu. Yuuk maree.

Mana kemaren komputer ngadat pula, sampe harus instal ulang segala. Nginstalnya sih sebentar, yang lama itu pasti settingnya, dari mulai sopwer standar sampe printilan desktop. Nah kan, jadi inget belum bikin skrinsyot baru, p.e.n.t.i.n.g. yah?

Eh? Baru nyadar, ternyata sekarang udah jam sebelas lebih, dan perut udah dari tadi menggelar konser akbar minta diisi. Makan dulu ah, abis itu baru mindahin postingan review yang tadi. Sekalian bikin skrinsyot.


Hari ini, tepatnya tanggal 27 October 2007, adalah hari diselenggarakannya acara Pesta Blogger 2007, sebuah acara kumpulnya blogger Indonesia dengan skala nasional. Ini adalah kali pertama diadakannya acara seperti ini. Acara yang bertemakan "Suara Baru Indonesia" ini tentunya tidak hanya sekedar kumpul-kumpul saja, tapi juga sebagai momen pertemuan dan diskusi diantara para blogger.

Acaranya sendiri digelar di Blitz Megaplex, Grand Indonesia lt. 8, Jakarta, dan digarap langsung oleh para blogger terkemuka Indonesia. Diantaranya adalah Enda Nasution, yang kerap disebut sebagai Bapak Blogger Indonesia, Budi Putra, Fatih Syuhud, Lita Mariana, Nukman Luthfie, Priyadi Iman Nurcahyo, Ratna Ariyanti, Wicaksono, Wimar Witoelar dan Yosef Ardi.

Dunia blog memang masih menjadi hal yang baru di Indonesia. Tapi kemampuan serta kebiasaan menulis individunya sudah saya temukan sejak kenal internet di tahun 1997. Beberapa teman yang telah memiliki website pribadi, kerap menggunakan situsnya sebagai media untuk mengemukakan pendapatnya akan berbagai hal yang menggugah minat mereka. Hanya pada saat itu internet sendiri masih merupakan hal baru, dan belum meluas seperti sekarang ini. Saya sendiri saat itu hanya aktif di dunia mailing-list saja, yang saya gunakan sebagai wadah untuk mencari informasi, berdiskusi, debat, bahkan untuk sekedar nge-junk.

Tapi harus saya akui, keberadaan blog indonesia saat ini terasa amat sangat membantu, tidak saja dalam pencarian informasi di internet yang begitu luas ini, tetapi juga sebagai media baru yang mampu mengekspresikan opini, pikiran, pendapat, dan perasaan para blogger Indonesia secara lebih bebas.


Blog EntryFenomena Angka EmpatOct 25, '07 2:24 AM
for everyone


Seringkali kita temukan hilangnya lantai empat di sebagian besar gedung-gedung yang ada. Penggantinya bermacam-macam. Ada yang mencantumkan angka 3A, ada juga yang langsung di-skip ke angka 5. Bahkan belakangan saya sempat lihat ada sebuah gedung yang disusun menjadi LG-GF-UG-1-2-3 untuk urutan lantainya, hanya untuk menghindari adanya lantai empat.

Saat anda bertanya mengapa, jawaban yang ada hanya "Itu angka sial." Ditanya lebih jauh,  muncul respon "Soalnya empat itu angka mati, makanya gak bagus." Tanpa ada penjelasan yang jauh lebih memuaskan.

Fenomena angka empat ini akhirnya menjadi „penting“, dan mulai menggugah minat saya di pertengahan era 90an, Tanpa bermaksud sok tahu, saya ingin mencoba menjelaskan sedikit lebih jauh tentang hal yang (mungkin) gak penting ini. (Well, that’s just me, anything can be important to me, *grin*). Berikut adalah penjelasan saya akan hal ini.

Bahasa mandarin umumnya menggunakan 4 nada dalam pengucapannya. Masing-masing nada tersebut membedakan arti kata yang diucapkan. Tapi saya sendiri kurang tahu apakah tanda nada tersebut digunakan hanya saat menulis dalam huruf latin, atau juga digunakan saat menulis dalam huruf kanji.

Empat dalam bahasa mandarin (Simplified Chinese) adalah , dibaca menggunakan nada 4. Angka ini akhirnya dihindari, karena jika kata tersebut dibaca dengan nada 3 (victory) yaitu , artinya berubah menjadi mati/death. Perbedaan arti dalam kata yang berbunyi sama tersebut dianggap kurang membawa keberuntungan, karena salah satu artinya berhubungan dengan kematian. Itu sebabnya dalam banyak hal, khususnya yang berbau bisnis, angka ini jarang digunakan, seperti pada pencantuman urutan lantai gedung di lift, nomor apartemen, kamar hotel, dan lain-lain.

Hingga kini, hal tersebut masih mempengaruhi kalangan pebisnis Asia. Coba saja tanya ke roxy, jarang sekali ada yang menawarkan angka empat, apalagi triple 4 (444) untuk dijual sebagai nomor cantik telepon seluler. Perusahaan besar seperti Canon pun tak luput dari hal ini, seri Canon PowerShotnya lompat dari PowerShot G3 ke PowerShot G5. Fuji juga meng-upgrade seri S3nya langsung ke S5. Selain Hongkong, mungkin nomor dua yang juga costumary dalam men”tabu”kan angka ini adalah Korea. Banyak rumah sakit, sekolah, apartemen, dan asrama di korea yang meniadakan penggunaan angka 4 dalam bangunannya.


Bagi saya, setiap orang pasti punya superstitious sendiri yang berbeda-beda. Saya justru merasa senang jika menemukan alasan mengapa sebuah hal menjadi kepercayaan yang fenomenal dari sebuah masyarakat. Cukuplah kiranya bagi kita untuk sekedar tahu alasan jelas mengapa suatu hal menjadi kepercayaan, tanpa perlu memperdebatkan kebenarannya lebih jauh, toh kita juga gak suka kan kalo kepercayaan yang ada dalam budaya kita diutak-atik dan dikritik oleh orang lain?

Buat rekan-rekan saya dari jurusan sastra cina semasa di FSUI dulu, terima kasih banyak untuk penjelasannya yang begitu detail, sampe ngajarin tulisan kanjinya segala, padahal saat itu saya justru berada di jurusan sastra jerman, otomatis bengang-bengong belajar nulisnya, hehe..  Anyway, you guys rock!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help