पूर्व महेंद's posts with tag: id-gmail

|  | Another lazy afternoon, in Bragaweg. |

|  | Kopdar Gajah Bandung. |
Klak!Klik!Klak!Klik!Klak!Klik! Begitulah bunyinya. Kakinya bertanduk, hewan apa namanya..
Halah, maksa. Tapi memang suara-suara tadi yang terdengar sore itu, waktu abi, jay, weslie, mbu, mira, deden, rieri, tub, blub, starchie, ani dan aku kumpul di taman balaikota bandung. Sepanjang jalan, tiga buah kamera yang ada tak henti-hentinya merekam bakat-bakat narsis (baca: sadar kamera dan banci tampil) selama kopdar bandoeng tempo doeloe, hari jum'at yang lalu. Dari balaikota, lantas menyusuri sidewalk wastu kencana, menyeberangi zebra cross ke arah bank indonesia, melintasi rel kereta, gila-gilaan di simpang braga, (lagi-lagi) foto-foto (lagi) di sepanjang trotoar braga, kemudian belok ke arah naripan dan lembong menuju p.d. rasa, sekaligus mengakhiri kegiatan dengan.. tentu saja, makan-makan! :D Males cerita, liat gambar aja yach. Ini sebagian yang terkumpul dari halaman flickr abi dan mbu. Foto "dijepret" secara simultaneously oleh wesly, abi, jay dan mbu. Setelah "dirias" oleh abi, dan kuatur letaknya satu per satu, jadi juga poster kopdarklik! hasil iseng-iseng ini. Enjoy!
Udah berkali-kali lewat, tapi baru kali ini kesampaian untuk mampir ke tempat ini. Jadi tambah lagi tempat nongkrong yang dilengkapi dengan fasilitas internet hotspot. Tinggal pilih mau pakai melsa atau speedy, karena layanan wifi dari keduanya memang tersedia di sini. Sesuai namanya, menu yang tersedia yang pastinya nggak akan jauh-jauh dari yang namanya kopi. Tapi untuk nongkrong, ini termasuk salah satu yang paling nyaman, punya pilihan menu yang lumayan, dan patokan harganya pun relevan, *eh, berima* ;)   Ngopidoeloe ada di tiga tempat. Satu ada di jalan banda, tepat di seberang studio foto Jonas, satu di purnawarman, dan satu lagi di salah satu pojok jalan Hasanuddin. Setelah sukses ngobrak-ngabrik borma setiabudi, aku, wesly, jay dan surur pun memutuskan untuk meluncur ke ngopi doeloe di bilangan dago. Dasar gelandangan benwit, setelah dapat meja, bukannya minta menu malah nanya, "Mbak, ada colokan kabel nggak?" Hihihi.. si mbak yang tadinya sudah siap mencatat pesanan, akhirnya pergi mengambil extension kabel yang masih tersisa. Setelah siap, baru sibuk rebutan menu dan tanya ini-itu untuk pesan makanan dan minuman. Hyuk, maree.. :P Berikutnya, masing-masing mulai sibuk sambil menunggu pesanannya datang. Aku sibuk pasang handsfree untuk terima telpon sambil nge-burn dvd. Surur muter lagu untuk nyobain headphone noiseguard sennheiser, jay online ngecek kampung, sementara wesly sibuk jepret sana-sini dengan tustelnya.
Damn! Did I just say "tustel"? *sigh* Obrolan tambah seru, apalagi belakangan muncul hky, makin rame aja jadinya. Tempat ini memang nyaman. Duduk tepat di seberang cash register, yang selalu ramai dilewati orang untuk mondar mandir, ternyata nggak menggangguku sama sekali. Rasanya ya nyaman-nyaman aja duduk disitu. Nggak salah di tagline-nya tertulis "Low Price, Comfort & High Class". Entahlah. Bisa jadi justru aku yang kelewat cuek, sampai nggak nyadar. Tanya sama empat orang lainnya yang malam itu ikutan nongkrong aja deh, hihihi... ;) Semakin malam, dan last order juga sudah lewat, hampir satu jam yang lalu. Pulang yuk.
Selama dua tahun terakhir saya absen terus di acara ini, karena selalu bentrok dengan jadwal manggung tahun baru. Tapi untuk kali ini saya akhirnya bisa datang untuk kumpul di malam tahun baru bersama teman-teman dari Kampung Gajah, merayakan momen pergantian tahun. Setelah sibuk bolak balik sms untuk konfirmasi di siang harinya, akhirnya sekitar jam tujuh malam ada message dari tuan rumah yang isinya "kesini sekarang", hehehe.. Ini ngajak atau nyuruh ya? Gak jelas. Berbekal plastik isi belanjaan, notebook, iPod, gitar dan kamera, saya pun melangkahkan kaki ke tempat tujuan. Ini kesannya kayak mau pergi jauh ya? Padahal tempatnya cuma sekitar 100 meter aja dari rumah,  Tiba di tempat tujuan, sudah banyak yang datang. Di lantai bawah ada Rieri, Lea, dan Dian yang nyiapin masakan di dapur. Wah, tampak sibuk. Meja makan mulai ditata, diisi dengan berbagai menu yang disiapkan untuk santapan malam. Tanpa dikomando, tiba-tiba ada bunyi-bunyi kecil yang keluar dari perut, hehehe.. Sapa sih yang nggak ngiler liat makanan enak? Macam-macam lagi hidangannya. Saya pun langsung serah terima plastik belanjaan yang dibawa tadi kepada yang berwajib. Selesai serah terima, langsung ngeloyor ke atas. Begitu naik ke ruang santai langsung ketemu Jae & Iman, yang membelot dari undangan di jakarta, kemudian Indra, yang datang bersama Lea dan sudah menginap dari hari sebelumnya, dan juga iNa, yang udah jauh-jauh datang dari Bali. Di dalam kamar ada Deden & Abi, si empunya rumah. Dua2nya lagi sibuk menata ruangan biar mirip command center ;) Itu kamar jadi penuh komputer, notebook, plus berbagai jenis cellphone yang lagi di charge. Beres ngedrop notebook dan kamera di kamar, saya langsung gabung dengan rombongan gajahkustik yang lagi asyik gitaran di ruang tengah. Dan denting gitar nylon saya pun menambah ramai suasana, walaupun bolak balik diprotes sama iNa karena tiap saya main nadanya koq suka ndak nyambung dan aneh-aneh.. Hanya Jay saja yang agak santai, mungkin sudah terbiasa nongkrong gitaran bersama saya, jadi gak heran liat saya yang sering melenceng sesuka hati. Songlistnya juga macem-macem, dari lagu baru sampe lagu lama. Ada rock lawas, pop, oldies, alternative, jazz, rnb, orkes, sampe lagu daerah. Haha. Untung gak bawain lagu wajib.
 
Dan malam itu saya bolak balik dipaksa untuk nyumbang suara saya yang bunyinya mendengung kayak kipas power supply alias humming. Menurut mereka lebih baik mendengarkan suara saya humming ketimbang cerita, karena tiap kali saya cerita, ada saja yang lantas ketiduran. Entah karena ngantuk atau justru penat mendengar cerita saya yang membosankan. :p Lagi asyik genjrang-genjreng, muncul Eddy, yang kemudian disusul Trinie. Wah, tambah rame! Menjelang pergantian tahun, suasana tambah ramai, apalagi waktu ketiga makhluk lucu bernama Little, Dexter dan Petra ikut naik ke atas. Saya sampai geli sendiri liat situasi saat itu, ada yang nyanyi, ada yang maen gitar, ada yang cerita, ada yang makan, ada yang motret, ada yang motret yang lagi motret (halah!), ada yang tidur, ada yang nonton tivi, dan semuanya dilakukan bersamaan, hehehe.. *kebayang kan riweuhnya? Hiruk pikuk*
After midnight, kegiatan pun berganti, ada yang nongkrong di jendela, ada yang motret kembang api dan mercon, ada yang (teteup) tidur, ada yang kedinginan, dan ada yang nonton tivi, hihihi.. Lagi rame2nya, tiba2 terdengar suara sound system yang ngeluarin bunyi-bunyi musik dari DJ Tiesto. Selidik punya selidik, ternyata sumbernya dari rumah tetangga yang ada di bawah. Tawa pun berderai saat menyadari ada juga yang niyat bikin acara dugem di beranda atas rumah, lengkap dengan tata lampu, deejay dan lantai dansa, hihihi... 
Berikutnya, apa lagi kalo bukan foto-foto! Hahahaha.. Dengan segala hiasan dan terompet yang ada, sesi foto2 pun dimulai. Dari foto yang penting sampe yang gak jelas juntrungannya. Berani taruhan, pasti lebih banyak yang gak pentingnya, Malam semakin larut. Capek foto-foto, pada kumpul desak-desakan di depan tivi. Numplek diantara tumpukan bantal dan selimut. Sibuk ngobrol ngalor-ngidul sana-sini, korban pun mulai berjatuhan, termasuk saya. Mata semakin sulit diajak kompromi, udara tambah dingin, dan kantuk pun makin sulit ditahan.
Sebelum tidur masih sempat terpikir, betapa berkesannya menghabiskan malam tahun baru bersama teman-teman yang begitu menyenangkan, setelah sebelumnya selama dua tahun berturut-turut saya lewati dengan menghibur orang lain di berbagai acara tahun baru. What a nice change, Dan saya pun terlelap dengan suksesnya dengan kaki terlipat dan badan tertekuk tanpa bisa gerak sana-sini, saking penuhnya tempat. Thanks a lot guys, you really are the best!

|  | Kumpulan foto-foto, diambil dari berbagai pertemuan gajah-gajah..
|
Eh, udah November. Tanggal 3 kemarin kembali nongol ajakan untuk datang kumpul-kumpul dari Kampung Gajah. Tepat jam 7 malem Abi & Mira datang, trus jemput Jay di depan CiWalk, dan langsung meluncur ke Warung Indung. Ini memang tempat ngumpul paling enak, soalnya warung indung punya satu pendopo yang guede banget, lengkap dengan stop kontak buat docking notebook, hihihi.  Sampai di sana, ternyata tempatnya masih dipake orang lain. Ini orang-orang niat banget, pada nonton film rame-rame pake in focus. Eh, sejak kapan warung indung jadi bioskop yak? Akhirnya kita minggir ke pojok lesehan yang berada tepat di seberangnya, sambil menunggu yang lainnya. Satu per satu, datang juga gajah-gajah lainnya, makin lama makin banyak. Pertama muncul Budi dan Adhi (Ekh, berima), disusul dengan rombongan Bunda, Deden, Riri, Ndaru dan Henny, juga Pito, yang muncul bersolo karir. Wah, tempatnya jadi semakin penuh. Heran, udah sesak kayak gitu koq ya masih pada sempet foto-foto?! Niat lagi sampe bela-belain manjat buat nyari angle yang pas, maklum, jadi fotografer kan memang kudu berdedikasi tinggi, hihi. Tak lama kemudian rombongan yang ada di pendopo itu bubar juga (Akhirnyaaa!!!), dan tempatnya langsung di kudeta sama kita-kita. Uaaahh, leganya.  Setelah pindah ke pendopo, orang terakhir yang datang adalah Kang Deni. Yang bawa notebook langsung sibuk nyari colokan listrik, hehe.. ada yang puter lagu, ada yang buka warbook, ada yang pasang video, ngecek imel, macem-macem lah. Seperti biasa, akhirnya muncul sesi obrolan ngalor-ngidul yang gak jelas ujung pangkalnya itu, kenapa gak jelas? Soalnya topik obrolan bisa berganti kapan aja, malah kadang bisa ngomongin beberapa topik sekaligus, :) Setelah jam menunjukkan pukul setengah satu lebih, rombongan pun bubar, kembali ke alamnya masing-masing. Dan malem itu gw sukses dipengaruhi untuk maen warbook di facebook (Ekh, berima lagi).
| |